Menutup kalender kerja 2025 dengan catatan evaluasi yang tajam, seluruh aparatur Pengadilan Agama (PA) Blitar menggelar doa bersama dan tasyakuran di Ruang Tunggu Pelayanan pada Rabu (31/12). Agenda ini menjadi titik krusial bagi institusi untuk melakukan refleksi spiritual sekaligus penguatan komitmen pelayanan publik sebelum menghadapi dinamika hukum yang diprediksi semakin kompleks di tahun 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pimpinan, hakim, hingga staf ini dilakukan di garda terdepan pelayanan sebagai simbol bahwa setiap napas birokrasi harus berorientasi pada kepuasan masyarakat. “Kita tidak boleh terjebak dalam rutinitas formalitas. Doa bersama ini adalah mekanisme internal untuk memulihkan integritas dan memurnikan niat pengabdian,” ujar Wakil Ketua PA Blitar di hadapan seluruh pegawai.

Ia menekankan bahwa tantangan di tahun mendatang menuntut responsivitas yang lebih tinggi dari seluruh aparatur. Jelasnya, tasyakuran ini merupakan bentuk syukur atas stabilitas kinerja serta pencapaian prestasi selama setahun terakhir, namun sekaligus menjadi peringatan agar tidak terjadi stagnasi dalam inovasi pelayanan. Ia mengeklaim bahwa kekuatan moral adalah modal utama dalam mempertahankan predikat zona integritas yang selama ini diperjuangkan.

“Tahun 2026 harus diawali dengan standar profesionalisme yang lebih ketat. Saya pastikan tidak ada ruang bagi aparatur yang main-main dengan amanah masyarakat,” imbuhnya dengan nada tegas. Ia juga mengutarakan bahwa pemilihan lokasi di ruang tunggu pelayanan sengaja dilakukan agar seluruh pegawai merasakan langsung atmosfer harapan masyarakat yang setiap hari memadati area tersebut.

Menurutnya, keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari angka-angka statistik penyelesaian perkara, melainkan dari sejauh mana kehadiran peradilan mampu memberikan rasa adil bagi masyarakat. Ia mengeklaim bahwa koordinasi kolektif melalui doa bersama ini akan memperkecil ego sektoral dan memperkuat kerja tim dalam menyongsong program kerja tahun anggaran baru.

Kegiatan refleksi akhir tahun ini merupakan agenda rutin yang diintegrasikan dengan evaluasi kinerja tahunan di lingkungan Mahkamah Agung RI. PA Blitar sendiri sepanjang 2025 terus melakukan transformasi digital guna memangkas birokrasi yang berbelit. Acara yang ditutup dengan ramah tamah sederhana ini menjadi sinyal kuat bahwa PA Blitar siap melakukan akselerasi pelayanan sejak hari pertama kerja di tahun 2026.