Hari ini menjadi momen yang hangat di ruang media center Pengadilan Agama Blitar. Senyum dan rasa haru menyelimuti acara penutupan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang, yang telah melaksanakan kegiatan magang selama beberapa minggu di lingkungan Pengadilan Agama Blitar.
Acara penutupan berlangsung sederhana namun penuh makna. Ketua Pengadilan Agama Blitar, Farida Hanim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas semangat belajar para mahasiswa selama menjalani kegiatan PKL. Ia menegaskan bahwa lembaga peradilan tidak hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga tempat menanam nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan.

“Kami berharap pengalaman di sini tidak hanya menjadi catatan akademik, tetapi juga bekal moral dan spiritual untuk melangkah di masa depan. Dunia peradilan adalah dunia pengabdian, di mana ilmu dan integritas harus berjalan beriringan,” ujar beliau dengan nada hangat.
Selama menjalani PKL, para mahasiswa ditempatkan di berbagai bagian, seperti kepaniteraan, kesekretariatan, dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Mereka berkesempatan mengenal langsung dinamika kerja peradilan agama, mulai dari administrasi perkara hingga pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Perwakilan mahasiswa Unhasy juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh aparatur Pengadilan Agama Blitar yang telah membimbing dengan sabar dan membuka wawasan mereka tentang dunia peradilan yang sesungguhnya.
“Kami datang dengan rasa ingin tahu, dan pulang membawa banyak pelajaran hidup,” ujar salah satu mahasiswa dengan penuh rasa haru.
Suasana penutupan diakhiri dengan foto bersama, dan doa agar silaturahmi antara Pengadilan Agama Blitar dan Universitas Hasyim Asy’ari terus terjalin erat.
Kegiatan PKL ini tentang mengenal nilai kemanusiaan di balik toga dan meja hijau. Sebuah perjalanan singkat yang meninggalkan jejak panjang, tentang bagaimana ilmu dan pengalaman berpadu dalam satu ruang pengabdian.





