Tim Pembangunan Gedung Pengadilan Agama (PA) Blitar bersama sejumlah pihak terkait menggelar rapat koordinasi guna mengevaluasi dan membahas tindak lanjut pelaksanaan Konstruksi Fisik Pembangunan Sarana dan Prasarana Lingkungan Kantor Pengadilan Agama Blitar Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 09.00 WIB di Media Center Pengadilan Agama Blitar.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Sekretaris, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pejabat Pengawas Internal Satuan Kerja, Konsultan Perencana dari CV Nusakon, Kontraktor Pelaksana dari PT Pratama Citra Parama, serta unsur terkait lainnya yang terlibat dalam proyek pembangunan tersebut.

Pertemuan ini digelar sebagai forum koordinasi untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan rencana, spesifikasi teknis, jadwal pekerjaan, serta ketentuan yang berlaku. Selain itu, rapat juga membahas berbagai aspek yang memerlukan perhatian bersama guna mendukung kelancaran pelaksanaan proyek.

Dalam pembahasan, para peserta melakukan evaluasi terhadap progres pekerjaan yang telah berjalan serta mengidentifikasi sejumlah hal yang memerlukan tindak lanjut. Berbagai masukan dan rekomendasi disampaikan sebagai langkah antisipatif untuk meminimalkan potensi kendala selama proses pembangunan berlangsung.

“Koordinasi yang baik antar seluruh pihak menjadi kunci utama keberhasilan proyek pembangunan ini. Setiap tahapan harus dilaksanakan secara terukur, akuntabel, dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan,” ujar Sekretaris Pengadilan Agama Blitar.

Ia menekankan bahwa evaluasi berkala sangat penting untuk memastikan target pembangunan dapat tercapai tepat waktu dengan kualitas yang sesuai standar. Selain itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga komunikasi yang efektif agar setiap permasalahan yang muncul dapat segera diselesaikan secara bersama-sama.

Rapat berlangsung dalam suasana konstruktif dengan fokus pada penguatan sinergi antara pemilik pekerjaan, konsultan, kontraktor, dan tim pengawas. Hasil evaluasi yang diperoleh akan menjadi bahan tindak lanjut dalam pelaksanaan pekerjaan pada tahap berikutnya.

Pembangunan gedung baru Pengadilan Agama Blitar merupakan bagian dari upaya peningkatan sarana dan prasarana peradilan guna mendukung pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat. Melalui pembangunan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang representatif, nyaman, dan mampu menunjang pelaksanaan tugas peradilan secara efektif dan profesional.